KESEMPATAN KEDUA KARENA MERAGUKAN SEBUAH KEWALIAN GUSDUR




Salah satu nikmat terbesar kedua adalah ketika kau diberi kesempatan hidup untuk kedua kali nya oleh Allah SWT. Momen itu adalah momen yang tidak pernah bisa terlupakan hingga saat ini, dimana pada saat itu kepercayaan akan semua hal-hal mistis menjadi sesuatu yang tidak logis dalam pola pikiran pendapatku. 

Hal itu terjadi setelah beberapa tahun yang lalu, saya membaca sebuah buku tentang kewalian Gus Dur. Didalam buku itu ada salah satu bab yang menceritakan tentang kewalian Gus Dur yakni cerita kewalian beliau melipat bumi, Disitu diceritakan  tentang kesaksian sopir pribadi Gus Dur yang menempuh jarak jauh dengan singkat.

Kisah karomah Gus Dur tersebut terjadi saat perjalanan darat beliau dari Cilacap menuju Jakarta yang hanya ditempuh waktu 3 jam. Padahal itu mustahil, normalnya jarak tempuh Cilacap-Jakarta minimal 4 jam perjalanan darat.

Logika ku berkata, bagaimana mungkin dalam perjalanan seorang sopir bisa tidak mengetahui jarak tempuh dan kecepatan yang dilakukannya dan melewati beberapa tempat, sehingga bergitu terasa singkat waktu itu. Dan yang terjadi dalam pikiran hanya ketidakpercayaan dan kemustahilan dalam sebuah buku yang saya baca. 

Namun pada suatu ketika, saya mendapat undangan pernikahan dari seoarang saudara di pamekasan Madura saat itu bernama Haji Samuki putranya yang menikah. Undangan yang sebelumnya tidak saya ketahui, dan baru di ajak mendadak oleh saudara waktu itu karena besok nya sudah akad dan resepsi. Singkat cerita, saya mengiyakan dan berangkat  lah dengan menggunakan mobil jazz saudara yang bernama Lutfi yang saat itu saya juga menyopiri perjalanan ke Madura.

Acara demi acara kita lalui, dan bahkan kita tidak menyadari kalo tidak tidur sama sekali. Dan besoknya kita memutuskan untuk langsung balik pulang ke Malang, bayangkan sehari semalam kita tidak tidur, tapi memaksakan untuk pulang. Sesampai di Pandaan jam 2.30 malam, dimana saat itu saya menyopiri. Mata sudah terasa tidak bisa di kondisikan, mengantuk sekali, mencoba minum kopi, dan mengusap mata dengan air, terasa di ada gunanya. Padahal di waktu itu, saudara, istri dan anaknya sedang tidur, dan disamping ku adalah abah beliau yang juga pada saat itu sedang tidur. Dan saya coba untuk pakasakan terus mengenadarai mobil tersebut. 

Dan masya Allah, saya yakin, dengan seyakin yakin nya waktu itu benar benar tertidur, dan benar-benar sadar terbangun ketika sudah berada di SOLARIS HOTEL Malang jam 4 Subuh. Betapa terkejutnya saya, karena dalam pikiran saya, saya tidak pernah merasa melewati Pasar Lawang dan  juga tidak pernah melewati pula Pasar Singosari, tercengang dan heran. Dan karena merasa sudah bangun tidur, jadi tidak terasa mengantuk sama sekali hingga sampai di rumah. Dalam pikiran akal hanya berpikir, bagaimana mungkin saya sudah sampai di sini, dan bagaimana mungkin saya bisa selamat ?. Aneh tapi nyata. Disitulah, benar benar menyadari kuasa Allah SWT itu ada, terasa diberi kesempatan hidup kedua dan jangan pernah meragukan kuasa Allah SWT karena akal kita tidak akan mampu menjangkaunya. 

Berpikir sejenak saat itu, bagaimana mungkin kita bisa menyianyikan hidup kita dengan lalai akan sesuatu dan segalanya, sedangkaan Allah SWT masih memberikan kesempatan kedua kepada kita untuk segera bertobat dan bersujud pada-Nya. 

Postingan Populer